Abad 20 adalah abad paling kelam dalam sejarah manusia karena pada abad ini terjadi Perang Dunia II dimana Jerman dan Jepang sebagai poros(axis) sedangkan beberapa negara lain seperti Amerika, Rusia, Perancis dan lain-lain sebagai negara sekutu(alliance). Perang Dunia II menewaskan sekitar 70 juta jiwa manusia di seluruh dunia. Tahun 1934-1945(PD II) adalah masa dimana manusia diliputi ketakutan, kelaparan dan kesedihan karena kehilangan orang-orang yang dicintai.
Pada akhir masa PD II banyak anak-anak kehilangan keluarganya sehingga mereka ditampung dan dipelihara. Anak-anak tersebut diberi makan secara teratur, pakaian yang layak dan tempat berteduh. Ternyata kenyamanan yang telah diberikan tidaklah cukup untuk menghilangkan trauma dari PD II. Anak-anak ini masih mengalami ketakutan dan susah untuk tidur walaupun mereka tidak kekurangan apapun. Akhirnya seorang psikolog ditugaskan untuk membantu mencari solusi agar anak-anak ini dapat tidur di malam hari. Psikolog tersebut menemukan caranya dan setiap malam saat ingin tidur setiap anak diberikan sepotong roti untuk digenggam. Mengapa anak-anak itu diberikan sepotong roti saat tidur? Anak-anak ini tidak bisa tidur karena takut jika besok mereka bangun, mereka tidak mempunyai makanan untuk dimakan. Dengan roti di tangan anak-anak yakin besok mereka masih bisa makan.
Tahun 2008 seluruh dunia mengalami krisis global hebat, banyak pegawai di PHK karena tempat mereka bekerja mengalami kebangkrutan. Kekuatiran melanda manusia akan hari esok apakah besok mereka masih bisa makan, membayar kewajiban dan masih bisakah mereka bekerja.
Memasuki tahun 2009 ini, manusia diajak untuk mempunyai pengharapan akan hari esok. Cobalah buka Mazmur 23:1 “Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku”, satu ayat yang menguatkan untuk kita bisa melangkah ke hari esok yang penuh ketidakpastian. Burung pipit dan bunga bakung saja diperhatikan Tuhan apalagi kita manusia. Dengan segala ketidakpastian akan hari esok, Tuhan tidak akan meninggalkan sedetikpun umat-Nya yang paling berharga diantara semua ciptaan-Nya.