MENGAPA KITA MENGHORMATI MARIA?

Judul dan isi artikel saya ambil dari tulisan Romo Josep Susanto... Ijin ya Mo :p

Orang-orang Katolik sangat menyukai Maria dan mempunyai suatu gambaran kesukaan tentang Bunda Maria. Dewasa ini jutaan orang Katolik tertarik kepada Maria karena penampakan-penampakan dan berbagai rahmat yang terjadi dalam penampakan tersebut.

Padahal pada abad-abad sebelumnya, umat Katolik penuh kasih memusatkan perhatian pada berbagai KARUNIA yang diberikan kepada MARIA.
Misalnya pada abad kedua, umat Kristen menghormati Maria sebagai HAWA BARU dan begitu tertarik pada MARIA yang tetap PERAWAN. Ketika tahun 431, dalam Konsili Efesus, dinyatakan Maria sebagai BUNDA ALLAH.

Ketika kita berhadapan dengan Maria, sebenarnya kita berhadapan dengan seorang wanita yang membuat keputusan yang paling berpengaruh dalam sejarah, yakni dengan jawaban “YA” ketika Allah menjadi Manusia dalam diri Yesus.

Ilmu yang mempelajari tentang Maria disebut dengan MARIOLOGI. Dengan mempelajari dan mengenali “Siapa Maria”, diharapkan kita bisa memperdalam iman kita, melindungi kita dari sikap-sikap ekstrem dan memperluas pemahaman kita mengenai apa yang sesungguhnya dipahami Gereja berhubungan dengan MARIA. Hal ini akan melindungi kita dari iman yang sempit dan miskin.
Yang perlu diingat adalah Gereja selalu membedakan dengan tegas antara “penyembahan” yang pantas diberikan kepada Allah dan “penghormatan” yang layak yang diberikan kepada Maria. Kita MENYEMBAH Allah sementara kita MENGHORMATI Maria.


Belajar dari iman Maria

Iman Maria bersifat pribadi

Pada saat Maria menerima kabar gembira dari Malaikat Gabriel, ia dipanggil untuk melakukan suatu tindakan iman yang bersifat pribadi. Ia seorang perawan muda, bertunangan dengan Yosef. Allah mengutus Malaikat kepada Maria, meminta persetujuannya untuk menjadi bagian dari rencana keselamatan Allah. Pada waktu itu Malaikat tidak memanggil Maria dengan namanya, tetapi menyapa Maria sebagai “yang terpuji di antara segala wanita, seorang “wanita yang penuh rahmat”.
Apa yang dikatakan Malaikat sungguh membingungkan Maria. Gabriel menjelaskan bahwa Allah menginginkan Maria untuk mengandung seorang anak laki-laki dan menamainya Yesus. Anak ini akan disebut Putra dari Yang Maha Tinggi.
Apa yang terjadi pada diri Maria? Maria sebagai orang perempuan Yahudi yang saleh pasti mengetahui dari Kitab Suci bahwa Allah akan mengutus seorang Mesias. Namun kini Malaikat Gabriel menegaskan bahwa Mesias itu akan hadir melalui diri Maria, Maria diminta untuk menjadi Ibu Mesias. Dalam hal ini tentunya Maria membutuhkan iman yang sangat besar untuk bisa memberikan jawaban yang tepat.
Maria memahami bahwa jawabannya harus lahir dari bagian terdalam kehidupan imannya. Ia menanggapi tawaran Allah itu dengan suatu tindakan iman yang pribadi juga dengan mengatakan “terjadilah padaku menurut perkataanMu” (Luk 1:38).

Iman Maria adalah Rahmat

Maria bisa menjawab secara tepat terhadap tawaran Allah, karena Maria adalah manusia yang dirahmati. Maria mampu mempunyai iman yang sangat mendalam karena Maria hidup dalam rahmat Allah. Semua itu bukan karena kemampuan dari diri Maria saja. Iman Maria berasal dari rahmat yang diberikan oleh Allah kepada Maria.
Banyak orang jaman sekarang, dengan segala kepintaran, kecerdasan dan kekayaannya, menjadi sombong, bahwa semuanya itu berasal dari kemapuannya sendiri. Manusia karena kecerdasannya merasa mampu menjawa segala misteri dalam kehidupan ini. Ada ironi besar di sini, Allah memberikan manusia akal budi dan kebebasan sebagai rahmat terbesar, namun karena akal budi dan kebebasannya itu, manusia bisa tidak percaya dan meninggalkan Allah. Manusia diberikan rejeki berlebih dari Tuhan, tetapi karena kekayaan dan kesibukannya, manusia jadi terlalu sibuk untuk pergi ke Gereja.
Rahmat telah menjadikan Maria sebagai Hawa baru. Adam dan Hawa telah menerima rahmat untuk hidup bersama Allah. Adam dan Hawa gagal menggunakan rahmat tersebut, namun Maria berhasil.
Dalam kunjungannya kepada Elisabet, Maria memuji Allah dengan nyanyian pujiannya. Nyanyian Maria merupakan penghormatan yang murni kepada kuasa rahmat yang memampukan dia untuk percaya. Bagi Maria segala sesuatu adalah rahmat.

Iman Maria termasuk Salib

“Ketika Yesus melihat IbuNya dan murid yang dikasihiNya di sampingnya, Ia berkata kepada IbuNya: “Ibu, inilah, anakmu!” Kemudian kataNya kepada murid itu “Inilah ibumu” (Yoh 19:26).
Sejak awal Simeon sudah meramalkan nasib Maria : “sebilah pedang akan menembus jiwa Maria”. Tentu tidak mudah menjadi seorang ibu Mesias. Meskipun Maria pecaya bahwa Yesus sungguh Mesias, namun kita bisa bayangkan bagaimana sulitnya Maria meyakinkan orang-orang sekitarnya bahwa Putranya betul-betul Mesias dari Allah.
Memang tidak mudah juga menemani Yesus terlebih ketika Yesus mulai berkarya. Maria harus melihat dan menyaksikan Putranya ditolak, dianggap orang gila, dimusuhi bahwa dikhianati samapi akhirnya dibunuh orang orang-orang pada waktu itu.
Bagi Maria, percaya pada Allah bukan melulu berada dalam keadaan gembira, senang dan bahagia. Memang sangat mudah bagi kita untuk bersyukur, pergi ke Gereja, berdoa bila kita sedang bahagia dan semuanya berjalan serba lancar sesuai dengan keinginan kita. Tetapi bagaimana dengan keadaan sebaliknya, ketika kita mengalami kegagalan dan putus harapan. Apakah kita masih mampu beriman pada Tuhan.

Maria mampu bertahan dalam imannya, dalam sepanjang hidupnya. Baginya menjadi ibu seorang Penebus, bukan berarti dia akan mendapatkan segala sesuatu yang sesuai dengan harapannya. Menjadi ibu Penebus menuntut kesetiaan untuk menemani Putranya bahkan sampai di saat-saat sulit. Ia berdiri dekat salib Putranya, tidak berdaya sama sekali untuk meringankan penderitaan Putranya yang mengerikan itu.

Kesimpulan :

Kita telah belajar 3 ciri iman Maria. Hendaknya tiga hal itu meneguhkan dan mengilhami kita untuk mengetahui bahwa Maria menyadari apa yang kita hadapi ketika kita memulai perjalanan iman kita sendiri. Dalam hidup kita, Maria berjalan bersama kita dan seluruh Gereja, kita dapat memendang Maria melalui Yesus dan Yesus melalui Maria.
Seluruh iman dan hidup Maria mau mengajak kita untuk sampai pada PutraNya Yesus. Maria tidak pernah berdiri sendiri. Maria bagaikan bulan yang bersinar tetapi sinarnya berasal dari Matahari, Putranya Yesus Kristus. Tujuan Maria adalah mengarahkan kita pada Yesus dan Gereja serta kebutuhan-kebutuhan sesama.


Bonus :
Berikut ini tempat-tempat yang digunakan sebagai penghormatan kepada Mariayang diakui oleh Gereja:

1. Our Lady of the Snow, Itali (352). Beberapa pendoa mengalami mimpi yang sama : Maria mengatakan kepada mereka untuk mendirikan sebuah Gereja untuk menghormatinya karena hujan salju yang ajaib. Gereja itu dikenal sekarang sebagai Gereja Santa Maria Maggiore.

2. Our Lady of Walsingham, Inggris. Ada seorang wanita kaya yang mendirikan sebuah kapel untuk menghormati Maria agar Maria membantu bencana kelaparan yang terjadi pada waktu itu.

3. The Black Madonna of Czestochowa, Polandia, Gereja dibangun pada tahun 1382. Di sana ada lukisan Santo Lukas mengenai gambar Maria.

4. Our Lady of Guadalupe, Mexico. Bunda Maria menampakan diri kepada Santo Juan Diego tahun 1531, meninggalkan gambaran pada jubahnya.

5. Our Lady of La Vang, Vietnam. Pada tahun 1798. Pada waktu terjadi perang Vietnam yang sungguh mengerikan beberapa orang katolik melarikan diri ke hutan. Mereka berdoa Rosario sepanjang malam, pada mereka melihat Penampakan Maria sebagai Bunda Allah. Kemudia dibangun Gereja di sana.

6. Our Lady of Miraculous Medal, Paris, Prancis. Bunda Maria mendali ajaib. Bunda Maria menampakan diri kepada Santa Chatarina Laboure pada tahun 1830.

7. Our Lady of La Salette, Prancis. Seorang gadis bernama Melanie dan seorang anak laki-laki beranma Maximin yang berasal dari keluarga miskin melihat seorang Bunda yang tidak pernah berhenti menangis pada tahun 1846. Bunda Maria berpesan kepada mereka agar umat segera bertobat dan berdoa senantiasa.

8. Our Lady Of Lourdes, Prancis. Pada tahun 1858 Bunda Maria menampakan diri kepada Santa Bernadette dalam 18 kali kesempatan.

9. Our Lady of Knock, Irlandia. Bunda Maria, Santo Yosep dan Yohanes penginjil menampakan diri kepada 15 orang pada tahun 1879.

10. Our Lady Of Fatima, Portugal. Pada tahun 1917, Bunda Maria menampakan diri kepada 3 anak di Fatima. Bunda Maria berpesan agar umat berdoa Rosario setiap hari untuk perdamaian dunia.

Baca Selengkapnya……