Setelah sekian lama terbungkus plastik dari mulai beli akhirnya kebaca juga neh novel "Harta Karun" by Agnes Jessica *kan waktu itu Gramedia sale 30% jadi borong deh makanya baru sempet baca*. Kirain neh buku isinya layaknya novel roman percintaan mulu yang lagi trend ternyata isinya banyak mengutip ayat-ayat di Alkitab. Sudah bisa ditebak penulisnya pasti seorang kristiani dan sepertinya dia pembaca setia buku "The Secret" *sok tau banget ya :p*.
Pada intinya seh buku ini bagus banget buat dibaca, isinya tentang kehidupan seorang pria bernama Jamal yang rendah diri, miskin, mencintai wanita yang menurutnya tidak mungkin diraih, udah gitu hidupnya malang terus deh tapi akhirnya hidupnya berubah setelah menemukan harta karun.
Saya dan semua orang pasti mau harta karun kan??? Ya iyalah secara ga perlu repot-repot banting tulang lagi *ko saya jadi curhat ya* tinggal ngeluarin modal, orang lain deh yang ngerjain. Tapi di novel ini harta karunnya beda sama saya dan anda bayangkan, harta karunnya berupa mutiara *maaf di revisi* yang benar kata-kata mutiara. Penulis mencoba merangkum kata-kata mutiaranya seperti berikut *haiya, gaya bener* "Manusia akan memperoleh keinginannya jika selalu berpikiran positif untuk mewujudkannya". Contohnya adalah jika saya menginginkan berhenti kerja untuk berwiraswasta, saya harus berpikir bahwa saya bisa mewujudkannya asal jangan sampai hal negatif mempengaruhi keinginan saya. Hal negatif adalah hal yang mempengaruhi kehidupan menjadi takut melangkah seperti apakah saya mampu menjalankan usaha saya, apakah modal saya cukup, apakah saya akan bangkrut, apakah saya bisa makan kalo modal saya habis dan banyak lagi. Dengan adanya hal negatif tersebut maka bisa dipastikan saya tidak akan bisa merealisasikan keinginan.
Kalo ditelaah isi buku ini mirip dengan buku yang sedang laris sekarang karangan penulis luar *lupa siapa* judulnya "The Secret". "Harta Karun" dan "The Secret" adalah buku motivator yang menarik untuk dibaca semua orang *bukan promosi ya, suer deh saya ga dibayar ko* karena manusia diajak untuk selalu berpikiran positif mewujudkan keinginannya. Tapi saya hanya mengingatkan bahwa semua hal positif yang diberitahukan di kedua buku ini bisa terjadi atas kehendak-Nya dengan kata lain manusia bisa mewujudkan keinginannya bukan semata usaha manusia saja. Allah membebaskan manusia menentukan pilihan hidupnya dan Allah memberikan jawaban yang terbaik menurut-Nya atas pilihan yang manusia buat.